ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TN.B DENGAN MASALAH KESEHATAN HIPERKOLESTEROL PADA TN. B
ASUHAN
KEPERAWATAN KELUARGA PADA
TN.B
DENGAN MASALAH KESEHATAN
HIPERKOLESTEROL
PADA TN. B

OLEH
INDAYANTI HUDIN
Nim.S. 0017 P. P108
SEKOLAH TINGGI
ILMU KESEHATAN
STIKES KARYA
KESEHATAN KENDARI
PRODI S1
KEPERAWTAN
2020/2021
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah atas berkat dan rahmat
Allah SWT yang telah memberikan kesehatan sehingga kami bisa masih bisa menyelesaikan tugas makalah ini
guna memenuhi tugas Mata Kuliah Keperawatan keluarga dan tidak lupa juga kami
ucapkan terima kasih kepada Dosen Mata Kuliah yang telah memberi tugas ini
sehingga kami dapat mengetahui dan
memahami isi makalah tersebut.
Semoga dengan adanya makalah
tersebut bisa memberi wawasan tentang pentingnya Profesi Perawat dalam
Masyarakat khususnya kepada saya pribadi dan teman-teman sejawat saya dan kami
menyadari dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan
kekurangan sehingga kami sangat mengharapkan kritikan terhadap pembaca guna
kesempurnaan penulisan makalah berikutnya. Wassalamualaikum Wr Wb.
Kendari 03 -02;2021
Penulis
DAFTAR ISI
C. Klasifikasi Hiperkolesterol
H. Penanganan Umum Hiperkolesterol
I. Penatalaksanaan Keperawatan
E. Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga
F. Status sosial ekonomi keluarga
I. Aktifitas rekreasi keluarga
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Hiperkolesterol
adalah suatu keadaan kadar kolesterol serum darah yang meningkat melebihi batas
normal. Kolesterol merupakan salah satu jenis zat yang dihasilkan oleh
metabolisme tubuh untuk membangun jaringan,sel dan hormon. Kolesterol tidak
bisa larut sehingga bergabung dengan protein dan membentuk lipoprotein. Di
dalam serum darah terdapat kolesterol Low density lipoprotein (LDL) dan High
density lipoprotein (HDL). Jenis lemak Low density lipoprotein (LDL) dan High
density lipoprotein (HDL) Jenis (LDL) yang lain adalah Trigliserida yang juga dihasilkan
oleh lemak, Trigliserida akan menghasilkan energi yang berasal dari karbohidrat
(Hendarsyah, Kurniawaty, & Mustofa, 2013).1
Bagi
kebanyakan orang antara 70 sampai 75 persen kolesterol dalam darah diproduksi
oleh hati mereka; 25 sampai 30 persen lainnya berasal dari makanan yang mereka
makan ( Santoso, 2011: 1).2 Makanan sehari hari dapat meningkatkan kolesterol
makanan selalu akan dikaitkan dengan sumberlemak yang telah lama dikenal yaitu
karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Setiap manusia harus mengetahui
tentang asupan gizi dan jumlah makanan yang masuk kedalam tubuh, supaya dapat
mengetahui apa yang telah di anjurkan dalam standart gizi tubuh sehingga
tersedia kecukupan energy untuk melakukan aktifitas sahari hari (Sutanto,2010:114).2
Allah
memerintahkan kepada kita untuk makan makanan yang halal dan baik.Rasulullah
memberi contoh agar kita makan dengan seimbang, atau tidak berlebih-lebihan.
Allah juga menegaskan bahwa apa yang diciptakan itu pasti berguna dan tidak
sia-sia. Kolesterol yang banyak ditakuti oleh manusia itu sesungguhnya sangat
berguna bagi kesehatan manusia. Kolesterol akan mengganggu kesehatan jika
dikonsumsi secara berlebih-lebihan (Santoso,2011:1).2
Sebesar
80 persen dari kolesterol di dalam darah diproduksi oleh tubuh sendiri sisanya
dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh,
antara lain membentuk dinding sel (Mamat, 2010). Kolesterol dibawa melalui
aliran darah dalam dua komponen protein, yaitu lipoprotein berdensitas rendah
Low Density Lipoprotein (LDL) dan lipopretin berdensitas tinggi high
densitylipoprotein (HDL). Ukuran ( LDL) lebih besar dari ukuran (HDL), karena
(LDL) memiliki ukuran partikel lebih besar sehingga memungkinkan lebih mudah
(LDL) tersangkut di lapisan dinding arteri (Waani, Tiho, & Kaligis, 2016).1
Penyebab
hiperkolesterol diduga akibat perubahan gaya hidup, faktor lingkungan,
kurangnya aktivitas fisik, faktor stres, serta pola makan yang banyak
mengandung lemak dan kolesterol dapat memicu penyakit degeneratif. Penyakit
degeneratif yang cukup banyak memengaruhi angka kesakitan dan kematian adalah
Penyakit Jantung Koroner (PJK) (Yani, 2015). Kadar kolesterol darah yang tinggi
tidak memberikan gejala yang spesifik. Hal ini menyebabkan kadar kolesterol
darah yang tinggi juga dijuluki sebagai the silent killer. Proses
atherosklerosis (radang pada pembuluh darah), tetap berjalan tanpa ada keluhan
sehingga pasien datang berobat ketika telah muncul komplikasi pembuluh darah
(Hadju, 2012).1
Berdasarkan
World Health Organization (WHO) Penyakit jantung dan pembuluh darah pada tahun
2012 menyebabkan sekitar 17,5 juta atau setara dengan 31% kematian di seluruh
dunia (Waani et al., 2016). Hasil data tingkat kematian 2007, lebih dari 2.200
orang Amerika meninggal karena Penyakit Jantung Koroner (PJK) setiap hari,
rata-rata 1 kematian setiap 39 detik. Lebih dari 150.000 orang Amerika yang
terbunuh oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK). (Diseases et al., 2015),
Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah penyakit jantung dan pembuluh
darah merupakan kasus tertinggi yaitu sebesar 880.193 (62,43%) dari total
1.409.857 kasus penyakit tidak menular. Hal ini ditunjukan pada penelitian yang
dilakukan di Semarang pada tahun 2007-2008, kadar kolesterol dalam darah
>200mg/dl meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah
sebesar 1,8 kali lebih besar dibandingkan dengan kolesterol darah<200 mg/dl
(Yani, 2015). Sedangkan, pada tahun 2008 jumlah kasus Penyakit Jantung Koroner
(PJK) meningkat menjadi 29.933 kasus yang terdiri dari Angina Pektoris 20.994
kasus dan AMI 8.939 kasus yang terdapat di lima daerah di Jawa Tengah satu
diantaranya di Kabupaten Magelang terdapat 2.852 kasus (Tsani, 2017). 1
Dampak
dari hiperkolesterol yaitu dapat meningkatkan risiko terkena aterosklerosis
(radang pada pembuluh darah), penyakit jantung koroner, pankreatitis
(peradangan pada organ pankreas), diabetes melitus, gangguan tiroid, penyakit
hepar dan penyakit ginjal (Fikri, Nursalam, & Muhammad Misbahatul ).
Perawat
memiliki peranan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat. Salah satu peran penting seorang perawat adalah sebagai Educator,
dimana pembelajaran merupakan dasar dari Health Education yang berhubungan
dengan semua tahap kesehatan dan tingkat pencegahan. Dalam memberikan pelayanan
kesehatan kepada keluarga, perawat dapat menekankan pada tindakan keperawatan
yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif.Maka dari itu, peranan
perawat dalam penanggulangan kolesterol yaitu perawat dapat memberikan
pendidikan kesehatan pada klien dan keluarga dalam hal pencegahan penyakit,
pemulihan dari penyakit, memberikan informasi yang tepat tentang kesehatan
seperti diet untuk kolesterol. Manfaat pendidikan kesehatan bagi keluarga
antara lain meningkatkan pengetahuan keluarga tentang sakitnya hingga pada
akhirnya akan meningkatkan kemandirian keluarga (Sutrisno, 2013).3
Peran
keluarga sangat penting, disfungsi apapun yang terjadi pada keluarga akan
berdampak ada satu atau lebih anggota keluarga secara keseluruhan keluarga,
bila ada satu orang yang sakit akan berpengaruh pada keluarga secara
keseluruhan. Adanya hubungan kuat antara keluarga dan status kesehatan setiap
anggota keluarga, sangat memerlukan peran keluarga pada saat menghadapi masalah
yang terjadi pada keluarga.3
B. Tujuan penulisan
1.
Mahasiswa mengetahui proses terjadinya Hiperkolesterol
2.
Mahasiswa mengetahui proses mencegah dan mengurangi
faktor resiko Hiperkolesterol
3.
Mahasiswa mampu merumuskan rencana asuhan keperawatan
untuk kasus Hiperkolesterol
C. Manfaat penulisan
1.
Bagi mahasiswa, makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan
reverensi untuk kasus Hiperkolesterol
2.
Bagi masyarakat, makalah ini dapat memberikan edukasi
serta menambah wawasan agar lebih mengetahui apa yang dimaksud dengan Hiperkolesterol dan sebagainya.
3.
Bagi ilmu keperawatan, makalah ini dapat dijadikan salah
satu update referensi mengenai kasus Hiperkolesterol
BAB II
TINJAUAN TEORI
Hiperkolesterol
adalah suatu keadaan dimana kadar kolesterol dalam darah meningkat terutama
kadar Low Density Lipoprotein (LDL) yang melebihi batas normal. Low Density
Lipoprotein (LDL) bertugas untuk mengirimkan kolesterol ke dalam
jaringan-jaringan tubuh. Bila kadar kolesterol (LDL) tinggi maka akan terjadi
penyumbatan pada dinding bagian dalam pembuluh darah (atherosklerosis) (Mumpuni
& Ari, 2011).1
Hiperkolesterol
disebut menjadi faktor pemicu Penyakit Jantung Koroner (PJK), karena
hiperkolesterol menjadi penyebab terjadinya sumbatan di pembuluh darah
(atherosklerosis) sehingga mengurangi suplai darah jantung (Soleha, 2012).
Hiperkolesterol adalah total kolesterol dalam darah dengan kadar kolesterol
yang tinggi yaitu ≥ 200 mg/dl, penyebab hiperkolesterol adalah asupan makanan
yang tidak sehat, seperti mengonsumsi tinggi lemak, konsumsi buah dan sayur
rendah, obesitas,aktivitas fisik rendah, hipertensi, stres, merokok dan
penggunaan alkohol (Lestari & Utari, 2017).1
Berdasarkan
laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2012,tercatat sebanyak 20 juta
kematian akibat hiperkolesterol atau sebesar 35% dari jumlah total kematian.
Data yang dihimpun oleh WHO dalam Global status report on non-communicable
diseases tahun 2008 memperlihatkan bahwa faktor resiko hiperkolesterolemia pada
wanita di Indonesia lebih tinggi yaitu 37,2% dibandingkan dengan pria yang
hanya 32,8%. Sepertiga penduduk Indonesia berisiko tinggi terkena penyakit
arteri. Kelebihan kolesterol bisa terjadi akibat kurangnya berolahraga maupun
mengonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol tinggi,tetapi kondisi ini juga
bisa terjadi akibat faktor keturunan (WHO, 2012).4
Makanan
sehari hari dapat meningkatkan kolesterol makanan selalu akan dikaitkan dengan
sumber lemak yang telah lama dikenal yaitu karbohidrat, protein, vitamin dan
mineral. Setiap manusia harus mengetahui tentang asupan gizi dan jumlah makanan
yang masuk kedalam tubuh, supaya dapat mengetahui apa yang telah di anjurkan
dalam standart gizi tubuh sehingga tersedia kecukupan energy untuk melakukan aktifitas
sahari hari (Sutanto,2010:114). 2
Menurut (Purba, 2013) anatomi fisiologi jantung
adalah :

Gambar
1 Anatomi Fisiologi Jantung (Purba, 2013)
1.
Anatomi Jantung
Untuk mengetahui denyutan jantung, kita dapat memeriksa dibawah
papilla mamae 2 jari setelahnya. Berat pada orang dewasa sekitar 250-350 gram
(Ramli & Karani, 2018).1
a.
Atrium kanan
berfungsi sebagai penampung (reservoir) darah yang rendah oksigen dari seluruh
tubuh. Darah tersebut mengalir melalui vena kava superior, vena kava inferior,
kemudian darah dipompa ke ventrikel kanan dan selanjutnya ke paru-paru. Atrium
kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui vena pulmonalis.
Kemudian mengalir ke ventrikel kiri dan dipompa keseluruh tubuh melalui aorta.
Kedua atrium tersebut dipisahkan oleh sekat yang di sebut septum interatrial
(Purba, 2013).
b. Ventrikel kanan menerima darah dari atrium
kanan dan dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Ventrikel kiri
menerima darah dari atrium kiri dan di pompa ke seluruh tubuh melalui aorta
(Purba, 2013)
2.
Fisiologi
Jantung
Jantung terdiri dari empat ruangan yaitu atrium kanan dan kiri.
Diantara atrium kanan dan atrium kiri terdapat pemisah yaitu septum interatrial
baikkan pemisah ventrikel kanan dan kiri adalah septum intervetrikuler. Atrium
kanan menerima darah dari vena cava superior dan vena cava inferior, baikkan
atrium kiri menerima darah dari vena pulmonalis. Ventrikel, sebaliknya memompa
darah yang diterima dari atrium. Ventrikel kanan memompa darah ke paru-paru
melalui arteri pulmonalis untuk mengalami oksigenasi, ventrikel kiri memompakan
darah yang diterima dari atrium kiri menuju ke aorta (Purba, 2013).1
C. Klasifikasi Hiperkolesterol
1.
Hiperkolesterol
primer
Hiperkolesterol primer adalah suatu penyakit herediter yang
menyebabkan seseorang mewarisi kelainan gen pembentuk reseptor lipoprotein
berdensitas rendah pada permukaan membran sel tubuh. Bila reseptor ini tidak
ada, hati tidak dapat mengabsorpsi lipoprotein berdensitas baik atau
lipoprotein berdensitas rendah. Tanpa adanya absorpsi tersebut, mesin
kolesterol di sel hati menjadi tidak terkontrol dan terus membentuk kolesterol
baru. Hati tidak lagi memberi respons terhadap inhibisi umpan balik dari jumlah
kolesterol plasma yang terlalu besar. Akibatnya jumlah lipoprotein berdensitas
sangat rendah yang dilepaskan oleh hati ke dalam plasma menjadi sangat
meningkat. Pasien dengan hiperkolesterol yang parah memiliki konsentrasi
kolesterol darah sebesar 600 sampai 1000 mg/dl, yaitu empat sampai enam kali nilai
normal. Banyak pasien seperti ini yang meninggal sebelum usia 20, karena infark
miokardium atau gejala sisa penyumbatan atherosklerosis di seluruh pembuluh
darah tubuh (Evania, 2018).1
2.
Hiperkolesterol
sekunder
Hiperkolesterol sekunder disebabkan oleh kebiasaan diet lemak
jenuh, kurangnya aktifitas fisik, obesitas, konsumsi alkohol, serta sindrom
nefrotik (Evania, 2018).
Tabel 1. Klasifikasi
LDL, Total, dan Kolesterol HDL (mg / dL) (Sari, 2014)
|
LDL (Kolesterol Jahat) |
|
|
<100 |
Optimal |
|
101-129 |
Mendekati
Optimal |
|
130-159 |
Batas
Normal Tertinggi |
|
160.189 |
Tinggi |
|
>190 |
Sangat
Tinggi |
|
HDL (Kolesterol Baik) |
|
|
<40 |
Rendah |
|
>60 |
Tinggi |
|
Total Cholesterol (TC) |
|
|
<200 |
Yang
diperlukan |
|
201-239 |
Batas
Normal Tertinggi |
|
>240 |
Tinggi |
Penyebab hiperkolesterol secara umum adalah :
1.
Pola diet
Mengkonsumsi terlalu
banyak makanan yang mengandung lemak jenuh dapat menyebabkan hiperkolesterol.
Biasanya, lemak jenuh terkandung dalam makanan yang berasal dari produk olahan
hewani seperti sapi, babi, susu, telur, mentega, dan keju (Sari, 2014).1
2.
Berat badan
Kelebihan berat badan
dapat menaikkan kadar trigliserida dan menurunkan HDL dalam darah (Sari, 2014).
3.
Tingkat
Aktivitas
Kekurangan gerak fisik
dapat meningkatkan kadar LDL atau kolestrol jahat serta menurunkan kadar HDL
atau kelosterol baik. Kolesterol LDL adalah kolesterol jahat karena melekat
pada dinding arteri dan bisa menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah (Sari,
2014).
4.
Kondisi
Kesehatan Secara Keseluruhan
Bagi penderita
hiperkolesterol akan lebih beresiko mengalami Penyakit Jantung Koroner (PJK).
Serta seseorang dengan penyakit tertentu seperti Diabetes Melitus dapat
menyebabkan kolesterol menjadi tinggi yang disebabkan oleh penumpukan lemak
jahat di dalam darah (Sari, 2014).
5.
Merokok
Merokok dapat
menyebabkan turunnya kadar kolesterol baik dalam darah, tidak hanya perokok
aktif saja perokok pasifpun dapat mengalami hal yang sama (Sari, 2014).
6.
Alkohol
Kebiasaan minum alkohol
yang berlebihan dapat meningkatkan kadar koleterol total dan trigliserida.
Serta alkohol dapat memperberat kerja hati dalam melakukan metabolisme (Evania,
2018).
7.
Usia dan Jenis
Kelamin
Semakin bertambahnya
usia manusia, semakin meningkat pula kadar kolesterol darahnya. Wanita sebelum
menopause mempunyai kadar kolesterol yang lebih rendah dibandingkan pria dengan
usia yang sama. Namun setelah menopause, kadar kolesterol pada wanita cenderung
meningkat (Evania, 2018).
8.
Stress
Kondisi Sters atau
keadaann yang tidak mengenakkan akan meningkatkan kolesterol dalam darah
(Evania, 2018).
Kolesterol
adalah komponen lemak darah, yang tidak dibutuhkan dalam makanan, karena dalam
jumlah cukup telah disintesis oleh tubuh. Kolesterol terdapat dalam makanan dan
tubuh terutama sebagai kolesterol bebas atau sebagai ester dengan asam lemak.
Kolesterol yang dibutuhkan secara normal diproduksi sendiri dalam jumlah yang
tepat. Namun kolesterol juga dapat meningkat jika sering mengonsumsi makanan
dengan kadar lemak hewan tinggi (otak sapi, daging merah, seafood, kuning
telur, keju, dll) atau makanan cepat saji (Sudikno, 2010). Kolesterol yang
tinggi merupakan atherogenic (penyebab terbentuknya atherosclerosis).
Kolesterol lipoprotein berkerapatan rendah low density lipoprotein (LDL) sering
disebut sebagai kolesterol “jahat”. Lama-kelamaan kolesterol ini bersama bahan
lain menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan plak. Plak ini disebut dengan
atherosklerosis yang dapat menyebabkan penyumbatan yang berakibat terjadinya
serangan jantung dan stroke. Sebaliknya, kolesterol lipoprotein berkerapatan
tinggi high density lipoprotein (HDL) sering disebut sebagai kolesterol “baik”
karena mambantu membersihkan kolesterol dari pembuluh darah. Jika kadar
kolesterol jenuh (LDL) lebih banyak akan mengakibatkan hiperkolesterol (Sari,
2014).1
Hiperkolesterol
dapat menyerang siapa saja, tidak mengenal usia dan tidak mengenal perbedaan
berat badan. Selain pola makan yang tidak sehat, kolesterol tinggi juga dapat
disebabkan oleh faktor keturunan, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas
fisik, kurangnya olahraga, merokok, dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
Kondisi dan penyakit tertentu seperti diabetes mellitus, penyakit ginjal,
penyakit liver, dan underactive thyroid gland yang disebut dengan
hypothyroidism juga dapat memicu terjadinya hiperkolesterol. Berbeda dengan
penyakit lain yang biasanya dengan mudah dikenali gejalanya,tidak demikian
dengan hiperkolesterol. Bahkan penderita bisa tidak merasakan adanya gejala
penyakit sama sekali. Seringkali penderita mengetahui jika setelah dinyatakan
menderita Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke. Namun pada sebagian orang
dapat mengenali gejalanya saat penderita merasakan sakit kepala dan pegal-
pegal sebagai gejala awal. Kolesterol merupakan zat di dalam tubuh yang berguna
untuk membantu pembentukan dinding sel, garam empedu, hormon, dan vitamin D
serta sebagai penghasil energi (Mumpuni & Ari, 2011).1
Menurut
(Evania, 2018) Kelebihan kolesterol tidak menimbulkan keluhan sama sekali.
Bahkan seseorang yang kadar kolesterolnya 3-4 kali lipat dari kadar normal
tidak merasakan keluhan apapun. Kadar kolesterol yang tinggi ini akan merusak
dinding pembuluh darah, sehingga dapat memicu timbulnya berbagai penyakit, baik
yang mengenai jantung seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK), maupun otak seperti
stroke. Umumnya seseorang baru mengetahui dirinya mengidap kelebihan kolesterol
ketika melakukan check up darah di laborat, atau ketika dirinya sudah terserang
stroke atau Penyakit Jantung Koroner (PJK). Gejala yang umum pada penderita
hiperkolesterol adalah gejala seperti kekurangan oksigen yang disebabkan karena
adanya penyumbatan lemak dalam darah sehingga aliran oksigen dalam darah
menjadi terhambat dan dan ditandai dengan rasa pusing, mual, dan mata seperti
enggan dibuka (Mumpuni & Ari, 2011).
Pemeriksaan
laboratorium sangat diperlukan untuk membantu menegakkan diagnosa suatu
penyakit dan memperoleh hasil pemeriksaan yang akurat karena setelah melakukan
pemeriksaan kadar kolesterol pasien dapat merubahan pola dan gaya hidup sehat,
untuk menghindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi (Widada,
Martiningsik, & Carolina, 2016)
H. Penanganan Umum Hiperkolesterol
Tingginya
kadar kolesterol dalam darah akan menyebabkan kerusakan stuktur pembuluh darah
mulai dari penempelan lemak pada dinding pembuluh darah arteri kemudian
dilanjutkan dengan kondisi menyempitnya lumen pembuluh darah, serta dinding
yang rapuh dan tidak elastis (athrosklerosis). Hal tersebut ditandai dengan
adanya tekanan darah tinggi, pusing dan pegal, biasanya seseorang akan meminum
obat untuk menurunkan kadar kolesterol yang sudah diresepkan dari dokter
(Harjana, 2011).
Selain
penggunaan obat untuk mengatasi problem kolesterol yang tinggi dalam darah
darah, sekarang banyak orang yang menggunakan bahan-bahan alami untuk
menurunkan kadar kolestrol darah seperti jus belimbing wuluh, buah mentimun,
salak, ekstrak atau rebusan daun sirih merah, ekstrak bawang putih, kecambah,
kacang kedelai, rebusan daun katu, dan undur-unduryang sudah dipercaya dari
jaman dahulu (Harjana, 2011).
I. Penatalaksanaan Keperawatan
Fungsi
perawatan kesehatan sangat penting dalam membentuk keluarga yang sehat, perawat
mempunyai peran penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat (Erwina &
Yeni, 2018)
Menurut (Evania, 2018) penatalaksanaan hiperkolesterol
dapat dilakukan dengan menjaga kadar kolesterol total agar tetap berada di
bawah angka 200 mg/dL, baikkan kadar kolesterol LDL tidak melebihi angka 100
mg/dL. Hiperkolesterol yang utama terdiri dari dua macam yaitu nonfarmakologi
dan farmakologi (obat- obatan). Terapi farmakologi biasanya diberikan jika
kadar kolesterol saat diperiksa sudah tinggi sehingga perlu penggunaan
obatobatan yang dapat menurukan kadar kolesterol darah. Penatalaksanaan
hiperkolesterol bertujuan untuk menjaga kadar kolesterol total <200 mg/dL
dan kadar kolesterol LDL <100 mg/dL.
1.
Non farmakologi
a.
Pengendalian
berat badan
Kelebihan bobot badan
(overweight) atau obesitas dapat menimbulkan tingginya kadar kolesterol darah.
Pengendalian berat badan dapatdilakukan dengan membatasi asupan kalori,
terutamamakanan yang tinggi lemak jenuh (Evania, 2018).
b.
Aktivitas fisik
Aktivitas fisik dapat
menaikkan kadar HDL, mengurangi kadar LDL dantrigliserida, menurunkan tekanan
darah, dan memperbaiki sensitivitas insulin. Aktivitas fisik dengan intensitas
baikdianjurkan untuk setiap orang dewasa. Contoh aktivitas fisik intensitas
baik yaitu jalan cepat selama 30-40 menit (Erwinanto et al., 2017).
c.
Pengaturan
makanan
Asupan yang dianjurkan
mempertahankan kadar kolesterol dan lemak dikenal dikenal dengan diet
dyslipidemia. Secara umum, diet dyslipidemia dibedakan menjadi dua tahap dengan
prinsip pembatasan asupan lemak khususnya lemak jenuh dan kolesterol dari
makanan. Selain itu, dalam pengaturan makanan harus memperhatikan 3 J yaitu
jenis, jumlah, dan jadwal. Prinsip 3J secara umum berlaku untuk semua jenis
penyakit. Bagi penderita hiperkolesterol dianjurkan dalam sehari mengkonsumsi
makanan yang harus disesuaikan dengan kadar kolesterol, lipoprotein serta ada
tidaknya penyakit penyerta lain seperti jantung dan diabetes (Evania, 2018).
d.
Berhenti merokok
Merokok bisa mengurangi
kadar kolesterol baik (HDL) dan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL),
merokok menyebabkan bertambahnya kadar karbon monoksida di dalam darah,
sehingga meningkatkan resiko terjadinya cedera pada lapisan dinding arteri.
Merokok meningkatkan kecenderungan darah untuk membentuk bekuan, sehingga
meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri perifer, penyakit arteri
coroner, stroke dan penyubatan pada arteri. Menghentikan merokok dapat
meningkatkan konsentrasi kolesterol HDL sebesar 5-10% (Erwinanto et al., 2017).
2.
Farmakologis
Terdapat beberapa
golongan obat, antara lain :
a.
Resin Penukar
Anion
Kolestiramin dan
kolestipol adalah resin penukar anion yang digunakan dalam penatalaksanaan
hiperkolesterolemia. Obat-obat tersebut bekerja dengan cara mengikat asamempedu
didalam lumen usus dan mencegah reabsorbsi.
b.
Kelompok
klofibrat
Klofibrat (turunan asam
ariloksibutirat) dan beberapa analognya (bezafibral, siprofibral, finofibrat,
gemfibrozil) dapat dianggap sebagai hipolipidemik berspektrum luas.Klofibrat
dan beberapa analognya digunakan dalam pengobatan hyperlipidemia tipe II maupun
IV yang efek utamanya berupa gangguan pada saluran pencernaan.
c.
Statin
Statin menghambat
secara kompetitif enzim HMG CoAreductase, yakni enzim pada sintesis
kolesterol,terutama dalam hati. Obat-obat ini lebih efektif dibandingkanresin
penukar anion untuk menurunkan lemak jahat (LDL) tetapi kurang efektif
dibandingkan kelompok klofibrat dalam menurunkan trigliseridadan meningkatkan
lemak baik (HDL).Contoh jenis obat : Atorvastatin, Fluvastatin, Pravastatin,
Simvastatin, Lovastatin
d.
Kelompok Asam
Nikotinat
Asam nikotinat (niasin)
merupakan vitamin larut air yang mampu menurunkan kadar trigliserida dan
kolesterol plasma. Mekanisme kerjanya melalui hambatan mobilisasi lemak serta
hambatan sintesis Very Low Density Lipoprotein (VLDL) dalam hati dan lebih
lanjut kolesterol (LDL). Selain itu, asam nikotinat juga meningkatkan lemak
baik (HDL).
e.
Omega 3
Minyak ikan yang kaya
akan trigliserida laut omega 3, bermanfaat dalam pengobatan
hipertrigliseridemia berat.

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
Data umum dan kondisi kesehatan
keluarga
|
Puskesmas |
: |
Kec.bungku tengah |
Alamat |
: |
Morowali.kec bungku
tengah |
Hari/Tanggal
Pengkajian |
: |
Rabu 23
Desember |
|
Nama
KK |
: |
Tn. B |
Usia |
: |
50 |
|||
|
Pendidikan |
: |
Pgsd |
Pekerjaan |
: |
Pns |
|
|
|
1.
Komposisi keluarga :
|
No |
Nama Anggota
Keluarga |
Hub. Keluarga |
L/P |
Umur (th) |
Pendidikan |
Agama |
Suku |
Pekerjaan |
Imunisasi (L/TL) |
KB |
Alat bantu, ptotesa |
Keadaan umum (sehat/tidak sehat) |
Riwayat penyakit & alergi |
|
1. |
Tn.
B |
suami |
L |
50 th |
PGSD |
Islam |
Bungku |
PNS |
TL |
- |
Tidak ada |
Sehat |
Tidak ada |
|
2. |
NY.
A |
Istri |
p |
52 th |
Tamat SMA
sederajat |
Islam |
Bungku |
IRT |
TL |
- |
Tidak ada |
Sehat |
Tidak ada |
|
3. |
An.
I |
Anak |
p |
22 |
Mahasiswa |
Islam |
Bungku |
Mahasiswa |
L |
- |
Tidak ada |
Sehat |
Tidak ada |
|
4. |
An.
R |
Anak |
p |
18 |
SMA |
Islam |
Bungku |
Pelajar |
L |
- |
Tidak ada |
Sehat |
Tidak ada |
2. Jarak untuk mencapai pelayanan
kesehatan terdekat
|
Fasilitas Kesehatan |
|
Jarak |
|
Cara
tempuh |
||
|
1.
Puskesmas |
|
5 km |
|
1.
Jalan kaki |
|
………. |
|
2.
Puskesmas Pembantu |
: |
……….m |
|
2.
Sepeda |
: |
………. |
|
3.
Posyandu |
: |
100 m |
|
3.
Motor roda 2 |
: |
Ya |
|
4.
Lain-lain, Bidan swasta
|
: |
……….m |
|
4.
Motor roda 4 |
: |
………. |
|
|
|
|
|
5.
Perahu |
: |
- |
3. Genogram ( 3 generasi )

![]()
Keterangan :
: Laki – laki
: Perempuan
![]()
: Meninggal
: Tinggal serumah
: Garis keturunan
? : Tidak diketahui
4.
Tipe Keluarga
Tipe keluarga bapak Tn. B adalah keluarga
Tradisional yaitu keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah , ibu
dan anak-anak
|
No |
Data |
Tn. B |
Ny. A |
An. I |
An. R |
|
1.
|
Keadaan
umum : |
Baik |
Baik |
Baik |
Baik |
|
Penampilan |
Baik |
Baik |
Baik |
Bak |
|
|
BB |
85 kg |
50 Kg |
48 Kg |
52 Kg |
|
|
TB |
170 cm |
155 cm |
149 cm |
150 cm |
|
|
Status Gizi |
Baik |
Baik |
Baik |
Baik |
|
|
Diagnosa medis |
hiperkolesterol |
- |
- |
- |
|
|
Masalah kesehatan yang pernah dialami |
Kolesterol dan
maag |
hipertensi |
- |
- |
|
|
Masalah
kesehatan sekarang |
Hiperkolesterol
367 mg/dL |
- |
- |
- |
|
|
Masalah
kesehatan yang lalu |
- |
- |
- |
- |
|
|
Masalah
kesehatan keluarga (turunan) |
Maag akut |
hipertensi |
maag |
hipertensi |
|
|
2.
|
TTV
: |
|
|
|
|
|
Nadi |
76x/menit |
85x/menit |
90x/menit |
95x/m |
|
|
Tekanan
darah |
120/80mmHg |
130/80mmHg |
110/80mmHg |
110/80mmHg |
|
|
Respirasi |
20x/menit |
22x/m |
20x/m |
21x/m |
|
|
Suhu |
36,2 0C |
36,7 0C |
36,60C |
37,00C |
|
|
CRT |
˂2 detik |
˂2 detik |
˂2 detik |
˂2 detik |
|
|
3.
|
Mata
: |
|
|
|
|
|
Sclera |
putih |
putih |
putih |
putih |
|
|
Konjungtiva |
Tidak anemis |
normal |
normal |
normal |
|
4.
|
Palpebra |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
|
Fungsi |
Baik |
Baik |
Baik |
Baik |
|
|
5. |
Telinga
: |
|
|
|
|
|
Bentuk |
Simetris kiri
dan kanan |
Simetris kiri
dan kanan |
Simetris kiri
dan kanan |
Simetris kiri
dan kanan |
|
|
Keadaan |
Bersih |
Bersih |
Bersih |
Bersih |
|
|
Fungsi |
Normal |
Normal |
Normal |
Normal |
|
|
6. |
Hidung
: |
|
|
|
|
|
Bentuk |
Simetris |
Simetris |
Simetris |
Simetris |
|
|
Keadaan |
Bersih |
Bersih |
Bersih |
Bersih |
|
|
Fungsi |
Baik |
Baik |
Baik |
Baik |
|
|
7. |
Mulut
: |
|
|
|
|
|
Gigi |
Bersih |
Bersih |
Bersih |
Bersih |
|
|
Fungsi
menelan |
Normal |
Normal |
Normal |
Normal |
|
|
Kelembaban |
Baik |
Baik |
Baik |
Baik |
|
|
8. |
Leher
: |
|
|
|
|
|
Pembengkakan kelenjar tiroid |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
|
|
9. |
Dada
: |
|
|
|
|
|
Bentuk |
Simetris |
Simetris |
Simetris |
Simetris |
|
|
Suara
paru |
Resonan |
Resonan |
Resonan |
Resonan |
|
|
Respirasi |
Normal |
Normal |
Normal |
Normal |
|
|
Bunyi
jantung |
Normal |
Normal |
Normal |
Normal |
|
|
10. |
Abdomen
: |
|
|
|
|
|
Bentuk |
buncit |
Normal |
Normal |
Normal |
|
|
Nyeri
tekan |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
|
|
11. |
Ekstremitas
: |
|
|
|
|
|
Oedema |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
|
|
Kontraktur |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
|
|
12 |
Istirahat dan tidur |
6-7 jam/hari |
8-9 jam/hari |
6-8 jam/hari |
8-9 jam/hari |
|
13 |
Status mental |
Baik |
Baik |
Baik |
Baik |
|
14 |
Kebersihan diri |
Mandi 3 kali |
Mandi 3 kali |
Mandi 3 kali |
Mandi 3 kali |
|
15 |
Sistem
respirasi |
Normal |
Normal |
Normal |
Normal |
|
16 |
Sistem
kardiovaskuler |
hiperkolesterol |
- |
- |
- |
|
17 |
Sistem
pencernaan |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
|
18 |
Sistem
urinaria |
Tidak ada |
- |
- |
- |
|
19 |
Sistem
integument |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
|
20 |
Sistem
persyarafan |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
|
21 |
Sistem
muskulosketal |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak ada |
|
22 |
Pemeriksaan penunjang bagi yang sakit (lab, radiologi,
EKG, USG) |
- |
- |
- |
- |
1.
Karakteristik
rumah
Denah Rumah
L K J I M H D
C B A F E G
![]()
![]()
![]()
N U
![]()
Kode keterangan :
A = Kamar klien I
= Kamar mandi/toilet
B = Kamar anak J
= Kamar mandi/toilet
C = Kamar tamu K
= kamar mandi/ toilet
D = Kamar tamu L
= Ruang tamu
E = Ruang tamu M
= Ruang cuci baju/
F = Ruang tengah N
= teras
G = Ruang makan & R. keluarga
H = Ruang dapur masak/sumur bor
2.
Keadaan
lingkungan dalam rumah
Rumah yang ditinggali Tn. B memiliki jenis bangunan yang
permanen, dengan luas bangunan 21x9 m dan pekarangan 5x27m. dengan jumlah
jendela 25 daun, dan ventilasi 21 daun hampir disetiap jendela, jenis lantai
menggunakan tehel. Rumah memiliki sirkuasi udara yang baik dan pencahayaan yang
menyeluruh dengan penerangan menggunakan listrik dimalam hari saja, karena pada
siang hari seluruh ruangan diterangi oleh cahaya matahari melalui jendela,
Kebersihan rumah Tn.B sangat bersih, dan untuk
pengelolaan sampah keluarga Tn.B membuang sampah di tempat penampungan sampah
yang berjarak 10 m dari rumah dan setiap sore rutin di buang. Penggunaan jamban
menggunakan jenis wc jongkok,sumber air bersih menggunakan sumur bor yang
berada didalam rumah dan sumber air minum dan masak berasal dari mata air di
Desa seblah(Desa Ipi ) dibeli menggunakan galon. Pengelolaan kebersihan dapur keluarga Tn.B sangat bagus.
Ny.A setiap saar membersihkan dapur disapu setiap pagi dan sore. Pengelolaan
limbah rumah tangga dilakukan dengan membuat saluran yang diarahkan langsung
menuju pantai karena jarang pantai dan rumah sekitar 12 m.
Keamanan lingkungan rumah keluarga
Tn.B sangat aman, tidak pernah terjadi pencurian dan lain lainnya
3. Karakteristik tetangga dan komunitas
Jarak antara rumah Tn.B dengan tetangga cukup dekat masing
masing 5 m, Keluarga
Tn.B sering berinteraksi dengan tetangga sekitar
4.
Mobilitas
geografis keluarga
Status kepemilikan rumah adalah milik sendiri,dan keluarga Tn.B
menempati rumah selama 5 tahun setelah dipindah tugaskan.
5.
Perkumpulan
keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga mengikuti pengajian, acara walimah atau selamatan bila ada yang
mengadakan, dan melayat kalau ada orang yang meninggal.
6. Sistem pendukung keluarga
Jumlah anggota keluarga yang sehat ada 3 dan biasa membantu pasien ketika
ada masalah dalam kebutuhan sehari-hari pasien.
1. Pola komunikasi keluarga
Keluarga
Tn. B berkomunikasi dengan bahasa daerah dan Indonesia. Tetapi bahasa daerah
lebih sering digunakan didalam rumah
2. Struktur kekuatan keluarga
Hingga
saat ini hanya Tn.B yang berperan dalam mencari nafkah, sedangkan istri dan
anaknya tidak bekerja
3. Struktur peran (formal dan informal)
Dalam
struktur peran keluarga, Tn. B sebagai kepala keluarga berperan sebagai sumber
kekuatan keluarga, Ny.A hanya menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga
yang berperan dalam mengurus rumah, sedangkan An.I dan An.R
berperan sebagi anak yang membantu orang tua.
4. Nilai dan norma keluarga
Kelurga mengatakan
mereka selalu berusaha untuk menyempatkan diri mengobrol, sarapan dan makan
malam bersama-sama, membudayakan cuci tangan sebelum makan, dan norma keluarga
yang dianut adalah norma agama islam dan adat istiadat daerah bungku.
E. Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga
1. Tahap perkembangan keluarga saat
ini: middle age perens
2. Riwayat kesehatan keluarga saat ini
:
Tn. B
mengeluh merasakan nyeri pada tengkuk leher, pegal pegal. Terkadang klien
mengalami susah tidur jika saat nyeri pada tengkuk leher kambuh. Klien merasa cemas jika kolesterol
tinggi akan menyebabkan penyakit yang membahayakan. klien mengatakan penyebab sakit yang
diderita disebabkan karena jenis makanan yang dikonumsi terlalu banyak
mengandung lemak jenuh.
3. Riwayat keluarga sebelumnya
Menurut Tn.B ibunya dulu terkena maag akut
4. Latar
belakang budaya keluarga
Keluarga Tn. B berlatar belakang suku tobungku, nilai-nilai
dalam keluarga pun berdasarkan budaya suku tobungku. Wilayah tempat tinggal
keluarga Tn. B mayoritas bersuku tobungku.
F. Status sosial ekonomi keluarga
Pengasil keluarga Tn.B adalah
sebesar 2.000.000-3.500.000/bulan. Ada perubahan penghasilan sejak awal menikah
hingga saat ini dimana terjadi peningkatan pendapatan saat ini dari sebelumnya.
1. Fungsi sosial
Keluarga
Tn. B aktif dalam kegiatan social yang berada dimasyarakat, keluarga tersebut
juga aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar terutama tetangga.
2. Fungsi perawatan kesehatan
Jika salah
satu dalam keluarga Tn.B, mereka saling merawat dalam anggota keluarga.
Biasanya mereka meminum obat-obatan yang tradisional terlebih dahulu sebagai
tindakan pertama. Namun jika keadaan tidak membaik maka mereka akan berobat ke
fasilitas kesehatan terdekat.
1. Stresor jangka pendek dan jangka
panjang
Terdapat
beberapa stressor jangka pendek dalam keluarga Tn.B . bagi Tn. B pribadi
terletak pada pekerjaannya, sedangkan stressor yang dialami oleh Ny.A yaitu
sering kelelahan dalam mengurus rumah tangga dan stressor bagi An.I yaitu
masalah perkuliahan dan stressor bagi An.R yaitu tentang tugas tugas sekolah
dan pergaulan.
2. Kemampuan keluarganya merespon
terhadap situasi/stressor
Tn.B
biasanya berusaha mencegah adanya masalah pada keluarganya seperti makan peknik
di kebun. Ny.A biasanya melakukan kesibukan dikebun untuk melepas stressor. An
I dan An.R biasanya menjalin hubunganyang baik dengan oran sekitar dan
refreshing ke pantai dekat rumah.
3. Strategi koping yang digunakan
Untuk mengatasi stres yang dialami,
keluarga Tn. S biasanya dengan cara bercengkrama bersama anggota keluarga,
refresing, mendekatkan diri kepada tuhan dan berisitirahat yang cukup.
I. Aktifitas rekreasi keluarga
Keluarga Tn.B sering melakukan
rekreasi di kebun seperti bakar bakar ikan, sering adakan berkumpul
bersama dengan anggota keluarga jika malam hari seperti menonton bersama, minum
teh bersama dll.
J.
Harapan keluarga
Dengan adanya petugas kesehatan yang
datang kerumahnya berharap agar petugas kesehatan bisa memberikan bantuan
untukmengatasi masalah kesehatan keluarganya.
K.
Tingkat kemandirian keluarga
Tingkat
kemandirian keluarga terdiri dari tujuh kriteria kemampuan keluarga yang telah
dicapai :
|
Kriteria 1 |
: |
keluarga menerima perawat |
|
Kriteria 2 |
: |
keluarga
menerima pelayanan kesehatan sesuai rencana rencana keperawatan keluarga |
|
Kriteria 3 |
: |
keluarga tahu
dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar |
|
Kriteria 4 |
: |
keluarga
memanfaatkan fasilitas kesehatan pelayanan kesehatan sesuai anjuran |
|
Kriteria 5 |
: |
keluarga
melakukan tindakan keperawatan sederhana yang sesuai anjuran |
|
Kriteria 6 |
: |
keluarga
melakukan tidakan pencegahan secara aktif |
|
Kriteria 7 |
: |
keluarga
melakukan tidakan promotif secara aktif |
|
Tingkat
Kemandirian |
Kriteria 1 |
Kriteria 2 |
Kriteria 3 |
Kriteria 4 |
Kriteria 5 |
Kriteria 6 |
Kriteria 7 |
|
Tingkat I |
V |
v |
- |
- |
- |
- |
- |
|
Tingkat II |
V |
v |
v |
v |
v |
- |
- |
|
Tingkat III |
V |
v |
v |
v |
v |
v |
- |
|
Tingkat IV |
V |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
I.
ANALISA DATA
|
Analisa
data |
etiologi |
masalah |
|
Ds : Tn B mengatakan nyeri pada tengkuk leher Do: klien Nampak meringis Klien Nampak menahan nyeri Skala nyeri 6 hilang timbul (1/10) Kolesterol : 367 mg/dL |
Makanan
tinggi lemak
jenuh (LDL) Metabolisme
lemak jenuh (LDL) Produksi
lemak jenuh (LDL) Hiperkolesterol
Atherosklerosis Gangguan
sirkulasi Nyeri
akut |
Nyeri akut berhubungan dengan cidera biologis |
|
Ds : Tn.B mengatakan pegal-pegal Klien mengeluh mengalami susah tidur saat nyeri pada
tengkuk leher kambuh |
Kurangnya
aktivitas Menurunkan
kadar lemak tak jenuh (HDL) Hiperkolesterol Atherosklerosis Gangguan
sirkulasi Pegal-pegal Hambatan
rasa nyaman |
Hanbatan rasa nyaman terkait gejala penyakit |
1. [Domain
12.Kenyamanan, Kelas 1.Kode Diagnosa 00132]
Nyeri akut
berhubungan dengan cidera biologis
2. [Domain
12.Kenyamanan, Kelas 2. Kode Diagnosa 00214]
Hanbatan
rasa nyaman terkait gejala penyakit
Nama : Tn.B
Diagnosa : hiperkolesterol
Umur :
50 th
No register :
|
No |
Diagnosa
keperawatan |
Tujuan
dan kriteria hasil (NOC) |
Intervensi
(NIC) |
|
1. |
Domain 12 : kenyamanan Kelas : 1 nyeri akut Kode : 00132 Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis Ditandai dengan : Ds : Klien mengatakan nyeri pada tengkuk leher Do: klien Nampak meringis Klien Nampak menahan nyeri Skala nyeri 6 hilang timbul (1/10) Kolesterol : 367 mg/dL |
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam/menit : Tingkat nyeri (2102) (skala 1 : berat, skala 2 : cukup
berat, skala 3 : sedang, skala 4 : ringan, skala 5 : tidak ada) Dengan kriteria hasil : 210201 nyeri (dari skala 2 menjadi 5) 210224 menyernyit/meringis (skala 2 menjadi 5) 210209 ketegangan otot (skala 1 menjadi 5) |
Manajemen nyeri (1400) 1.Identifikasi skala nyeri, lokasi,
karakteriksik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri 2. Observasi reaksi nonverbal dari Nyeri Akut 3. Ajarkan kepada klien teknik
relaksasi non farmakologi untuk mengurangi nyeri 4. Kolaborasikan pemberian analgetik sesuai kebutuhan. |
|
2. |
Domain : 12 kenyamanan Kelas : 2 Kode : 00214 Hambatan rasa nyaman terkait gejala penyakit Ditandai dengan : Ds : Tn.B mengatakan pegal-pegal Klien mengeluh mengalami susah tidur saat nyeri pada
tengkuk leher kambuh Do : klien merasa tidak nyaman |
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam/menit : Nyeri : efek yang mengganggu (2101) (skala 1 : berat, skala 2 : cukup berat, skala 3 : sedang,
skala 4 : ringan, skala 5 : tidak ada) Dengan kriteria hasil : 210127 ketidaknyamanan (skala 3 menjadi 5) 210108 gangguan konsentrasi (skala 3 menjadi 5) 210134 gangguan aktifitas fisik (skala 2 jadi 4) |
Manajemen nyeri (1400) 1. Identifikasi skala nyeri, lokasi, karakteriksik,
durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri 2. Observasi reaksi nonverbal dari Nyeri Akut 3. Ajarkan kepada klien teknik
relaksasi non farmakologi untuk mengurangi nyeri 4. Kolaborasikan pemberian analgetik sesuai kebutuhan. |
Nama : Tn.B
Diagnosa
: hiperkolesterol
Umur :
50 th
No register :
|
Tanggal/
Jam |
Diagnosa
keperawatan |
Tindakan
|
Evaluasi
|
Tanda
tangan |
|
24 Desember 2020 |
Kode : 00132 Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis |
1. Identifikasi skala nyeri, lokasi, karakteriksik,
durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri Hasil : skala nyeri 6 (1/10) lokasi nyeri pada tengkuk
leher, karakteristik nyeri hilang timbul. 2. Observasi
reaksi nonverbal dari Nyeri Akut Hasil : klien Nampak meringgis, dan menahan nyeri di
kepala belakang 3. Ajarkan kepada klien teknik relaksasi non farmakologi
untuk mengurangi nyeri Hasil : klien menerima saran terapi pijat reflex, bekam,
dan kompres air hangat 4. Kolaborasikan pemberian analgetik sesuai kebutuhan. Hasil : obat analgetik yang diberikan yaitu simvastatin |
S : klien menyatakan nyeri yang dirasakan berkurang, klien
sdh tidak mengalami ketegangan otot setelah dilakukan pijat reflex dan bekam O : klien tidak nampak meringis dan menahan sakit lagi. Hasil pemeriksaan kolesterol didapatkan hasil 365 mg/dL. |
|
|
|
Kode : 00214 Hambatan rasa nyaman terkait gejala penyakit |
1.Identifikasi skala nyeri, lokasi,
karakteriksik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri 2. Observasi reaksi nonverbal dari Nyeri Akut 3. Ajarkan kepada klien teknik
relaksasi non farmakologi untuk mengurangi nyeri Hasil : menginstruksikan klien untuk mengonsumsi makanan
yang rendah lemak jenuh, mengajarkan karakteristik dari nyeri, faktor
penyebab nyeri 4. Kolaborasikan pemberian analgetik sesuai kebutuhan. Hasil : obat analgetik yg diberikan simvastatin |
S : setelah minum obat dan istrahat klien mengatakan
nyaman tidak mengalami pegal pegal,dan tidak susah tidur lagi, tapi masih
mengalami gangguan konsentrasi. O : klien sudah merasa nyaman |
|
|
Tanggal
/ Jam |
Diagnosa
keperawatan |
evaluasi |
Tanda
tangan |
|
29 Desember 2020 |
Kode : 00132 Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis |
S : klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang O : klien tidak Nampak meringgis Hasil pemeriksaan kolesterol didapatkan setelah 6 kali
pertemuan hasil 360 mg/dL. A : Masalah belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan oleh petugas puskesmas |
|
|
|
Kode : 00214 Hambatan rasa nyaman terkait gejala penyakit |
S : setelah minum obat dan istrahat klien mengatakan
nyaman tidak mengalami pegal pegal,dan tidak susah tidur lagi, tapi masih
mengalami gangguan konsentrasi O : klien nampak nyaman A: intervensi belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan oleh petugas puskesmas |
|
BAB IV
PENUTUP
.
Kolesterol merupakan salah satu jenis zat yang dihasilkan oleh metabolisme
tubuh untuk membangun jaringan,sel dan hormon. Kolesterol tidak bisa larut
sehingga bergabung dengan protein dan membentuk lipoprotein. Hiperkolesterol
adalah suatu keadaan dimana kadar kolesterol dalam darah meningkat terutama
kadar Low Density Lipoprotein (LDL) yang melebihi batas normal. Low Density
Lipoprotein (LDL) bertugas untuk mengirimkan kolesterol ke dalam jaringan-jaringan
tubuh. Bila kadar kolesterol (LDL) tinggi maka akan terjadi penyumbatan pada
dinding bagian dalam pembuluh darah (atherosklerosis) (Mumpuni & Ari,
2011).
Penulis menyadari bahwa makalah di atas masih
banyak kekurangan baik dari segi materi maupun penyusunan. Oleh karena itu
penulis sangat mengharapkan kritik serta saran dari pembaca agar kedepannya
bisa lebih baik lagi dalam pembuatan makalah. Semoga makalah yang di buat ini
memberi banyak manfaat bagi pembaca dan penulis.
DAFTAR PUSTAKA
1. Sejati S.
Universitas Muhammadiyah Magelang Dalam Memilih. J Kesehat.
2019;17(1):74-84.
2. Yang J. Defenisi kolesterol
menurut para ahli. Glob Shad Africa Neoliberal World Order.
2014;44(2):8-10.
3. Saraswati CD. Asuhan
Keperawatan Keluarga Dengan Masalah Utama Obesitas.; 2019.
4. Irawati, Fitra Y. Hubungan
fungsi perawatan kesehatan keluarga dengan kadar kolesterol pasien
hiperkolesterolemia di wilayah kerja puskesmas andalas padang tahun 2013. Ners
J Keperawatan. 2013;9(1):34.
Komentar
Posting Komentar